BERKURBAN

SIRAMAN ROHANI OLEH USTADS GURUH

Assalamu alaikum wr..wb..

Berkurban itu intinya agar membunuh kedombaan kita yang dengannya kita temukan kemanusiaan kita, kesadaran ruhani kita. Tanpa kesadaran ruhani, aku hanyalah seonggok daging seperti domba dengan berat 70 kg, tak dapat dijual di pasar daging. Kesadaran ruhani itu saat telinga batin lebih mendengar drpd telinga fisik. Saat mata batin lebih dapat melihat drpd bola mata. Saat penciuman batin lebih dapat mengaromai drpd hidung fisik. Dengan daya-daya batin itu manusia dapat menyaksikan keagungan kehadiranNya. Manusia disebut manusia karna ruhaninya bukan karna dagingnya

Hari kurban adalah hari matinya kedombaan dan bangkitnya kemanusiaan. Penyembelihan hewan hanyalah simbolisasi. Hidupnya kemanusiaan adalah makna. Tuhan tidak menerima daging-daging dan darah-darah sembelihanmu. Dia hanya menerima hidupnya kemanusiaanmu.Saat aku hanya dapat melihat dengan mata fisik. Mencium dengan hidung fisik. Mendengar dengan telinga fisik. Aku tak beda dengan domba. Domba melihat, mencium dan mendengar dengan indera-indera fisiknya.

Sembelihlah kedombaanmu sehingga kamu temukan kemanusiaanmu. Kemanusiaanmu itu melihat, mencium dan mendengar dengan indera-indera batin-ruhani. Mata dombaku melihat. Mata kemanusiaanku buta. Telinga kedombaanku mendengar. Telinga kemanusiaanku tuli. Iedul-adha sudah berulangkali kurayakan tapi aku tetap buta dan tuli. Lalu, apa sebenarnya yang tengah kurayakan ? Siapa yang semasa hidup di dunia buta dan tuli maka kelak dia dibangkitkan dalam keadaan buta dan tuli.

Selamat hari raya iedul-adha. Selamat atas kematian dombamu dan hidupnya kemanusiaanmu

La yanaallaha luhuumuha wa laa dimaa’uha walaakin yanaaluhu taqwaa minkumu

Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *